Halaman

Follow us on Facebook

Halaman

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 28 Oktober 2017

Guru Peneliti, Guru Abad 21 yang Dinanti

Sumber ilustrasi: https://www.edutopia.org

Guru merupakan salah sorang sosok sentral dalam proses pendidikan anak di sekolah. Perannya yang sangat strategis menjadi penentu keberhasilan para peserta didiknya. Dengan posisinya sebagai suatu profesi, guru memiliki beberapa tugas dan tanggung jawab di dalam menyukseskan tujuan pendidikan, baik tujuan satuan pendidikan (tujuan lokal) maupun nasional, yaitu mengembangkan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab (UU Nomor 20 Tahun 2003).

Beberapa tugas penting -dan berat sesungguhnya- diemban oleh seorang guru. Tugas utama guru bukan saja mengajarkan beberapa materi ajar atau ilmu kepada peserta didik, tetapi lebih dari itu, guru juga dituntut untuk bisa melakukan proses pendidikan secara holistik, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik. Hal ini sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen Pasal 1 ayat 1.

Di dalam menjalankan tugas pokok dan tanggungjawabnya ini, seringkali guru menghadapi berbagai masalah dan hambatan. Mulai dari masalah kognitif atau pengetahuan peserta didik, masalah afektif atau sosialnya, masalah psikomotor atau keterampilannya, masalah psikologisnya, bahkan masalah yang ada pada atau dimiliki oleh guru itu sendiri, sehingga out put-nya masih jauh di luar harapan. Terlebih-lebih jika hal ini dikaitkan dengan perkembangan abad 21, masalah-masalah yang muncul tentu saja akan lebih banyak dihadapi.

Dengan demikian, dibutuhkan sosok guru yang adaptif, solutif, informatif, dan reflektif yang lebih memahami akan kondisi perkembangan yang ada, terutama pada proses pendidikan di sekolah. Guru peneliti barangkali bisa menjadi solusinya. Apa itu guru peneliti?

Guru peneliti adalah guru yang tidak hanya melakukan tugas dan fungsi pokoknya dalam mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi tetapi lebih dari itu melakukan refleksi atau renungan diri atas semua proses tugas dan fungsi pokoknya itu. Refleksi yang dilakukan adalah refleksi menyeluruh. Kemudian hasil refleksinya itu dituangkan ke dalam kegiatan penelitian. Dalam hal ini, penelitian tidak diartikan secara sempit dan kaku hanya melalui PTK (Penelitian Tindakan Kelas) saja, melainkan suatu kegiatan dan/atau tindakan memperbaiki proses yang terjadi, baik di dalam kelas maupun di luar kelas.

Sebagai contoh, di dalam proses pembelajaran, guru peneliti tidak hanya menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga memperbaiki proses pembelajaran yang ia lakukan. Selain itu, guru peneliti harus mencari dan melakukan inovasi-inovasi pembelajaran dan pendidikan yang sesuai dan sejalan dengan perkembangan saat ini (abad 21) dalam melaksanakan proses pembelajaran. Hal penting lainnya yaitu bahwa guru peneliti tidak bekerja sendirian. Ia harus melibatkan berbagai pihak dalam melaksanakan proses pembelajarannya. Mengajak berdialog dengan peserta didik dan berdiskusi serta berkolaborasi dengan teman sejawat merupakan suatu keniscayaan bagi seorang guru peneliti.

Dengan demikian, guru peneliti tidak hanya cukup melaksanakan tugas dan fungsi pokoknya yang tercantum di dalam UU Nomor 20 Tahun 2003, melainkan juga memberikan sumbangsih pemikiran-pemikiran dan inovasinya bagi perbaikan proses pendidikan di negeri tercinta ini yang sesuai dengan tuntutan dan perkembangan abad 21.

Penulis:
Cecep Gaos, S.Pd

Guru SD Puri Artha Karawang

Artikel ini telah dimuat di Kompasiana.
https://www.kompasiana.com/cecepgaos/59f55bafff24055ec6742912/guru-peneliti-guru-abad-21-yang-dinanti

Ingatlah Pemuda, Masa Depan Bangsa Ada di Tanganmu!


Sumber ilustrasi: https://www.futuready.com


28 Oktober adalah tanggal yang sangat bersejarah dan merupakan harinya pemuda Indonesia. Hal ini dikarenakan pada tanggal yang sama, 89 tahun yang lalu, tepatnya tanggal 28 Oktober 1928 pemuda Indonesia telah bersumpah dan membulatkan tekadnya untuk bersatu nusa, satu bangsa, dan satu bahasa yang dibingkai dalam ikrar Sumpah Pemuda, yang berbunyi “Kami putra dan putri Indonesia mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia”.  

Kemudian, dengan adanya perkembangan teknologi informasi dan komunikasi di abad 21 ini, tidak ada salahnya kita mempertanyakan kembali eksistensi sumpah dan tekad yang telah para pemuda bulatkan pada saat itu. Pertanyaan-pertanyaan reflektif seyogianya perlu dimunculkan dalam diri sebagai upaya untuk menumbuhkan dan memperkuat kembali tekad suci para pemuda tersebut.
Apakah kita masih mengaku bertumpah darah yang satu, ataukah malah sering saling menumpahkan darah sesama anak bangsa? Apakah kebhinekatunggalikaan masih kita akui dan junjung tinggi, ataukah malah kita injak-injak lalu kita lemparkan ke titik nadir yang paling dalam? Apakah kita masih menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, ataukah kita lebih bangga dengan dan malah mengagung-agungkan bahasa asing? Itulah beberapa pertanyaan reflektif yang mungkin bisa kita munculkan dalam momentum Hari Sumpah Pemuda tahun 2017 ini.

Tidak bisa kita pungkiri, dalam perjalanannya, bangsa ini telah mengalami beberapa peristiwa dan cobaan yang mampu mengoyak-oyak dan mengobrak-abrik sumpah dan tekad yang tertuang di dalam Sumpah Pemuda. Sebut saja peristiwa-peristiwa kerusuhan berbau sara yang telah mengoyak-oyak rasa kesatuan dan persatuan kita sebagai sesama anak bangsa. Pun demikian peristiwa politik, baik lokal maupun nasional, yang tidak jarang mengkotak-kotakkan kebhinekaan dan menyulut sifat dan sikap arogan, apatis, dan fanatis buta. Tidak jarang pula kita saling menegasikan. Saya yang paling benar, kamu pasti salah. Saya yang paling pancasilais, kamu komunis dan fasis. Saya penjaga kebhinekatunggalikaan, kamu perusak kebhinekatunggalikaan, dan lain sebagainya. Belum lagi fenomena bahasa alay dan “Kids Jaman Now” yang telah menghancurkan tatanan bahasa persatuan kita, yaitu bahasa Indonesia.     

Oleh karena itu, sudah saatnya kita sebagai generasi penerus bangsa untuk saling bergandengan tangan mempererat simpul-simpul kebangsaan untuk membangun negara tercinta ini. Lakukan apapun yang terbaik untuk bangsa kita sesuai dengan kemampuan dan posisi masing-masing. Kita jangan hanya mengharapkan sesuatu dari negara kita. Tetapi sebaliknya, kita lakukan sesuatu demi negara kita. John F. Kennedy dan Bung Karno pernah mengatakan “Jangan tanyakan apa yang negara ini berikan kepadamu tapi tanyakan apa yang telah kamu berikan kepada negaramu.”

Pemuda adalah generasi penerus dan pewaris bangsa dan negara. Maju mundurnya negara Indonesia di masa yang akan datang akan ditentukan oleh para pemuda saat ini. Ada sebuah pepatah Arab yang berbunyi “Syubbanul yaum rijalul gad” yang artinya pemuda hari ini adalah pemimpin hari esok. 

Dengan demikian, dengan momentum Hari Sumpah Pemuda  tahun 2017 ini, marilah kita bersatu bergandengan tangan. Marilah kita junjung tinggi nilai-nilai yang terkandung di dalam Sumpah Pemuda. Tingkatkan peran serta dan kapasitas pribadi kita sebagai pemuda untuk membangun negeri tercinta, negara Indonesia.   

Selamat Hari Sumpah Pemuda Tahun 2017!
Bersatulah Pemuda Indonesia!

Penulis:
Cecep Gaos, S.Pd
Guru SD Puri Artha Karawang 

Artikel ini telah dimuat di Kompasiana.
https://www.kompasiana.com/cecepgaos/59f4a25fc252fa693e6479e3/ingatlah-pemuda-masa-depan-bangsa-di-tanganmu