Halaman

Follow us on Facebook

Halaman

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 28 Februari 2017

Berburu Rindu Mim Yudiarto

Membaca Berburu Rindu-nya Mim Yudiarto
Seakan memasuki dunia yang dulu pernah ku tinggali
Pikiran dan jiwa terbang melayang mengawang 
Ke ujung kahyang

Mengoyak jiwa, mencabik-cabik hati 
Merobek kehidupan
Kembali ke masa lalu
Yang pernah dulu ku singgahi

Setiap untai kata yang ku baca
Mewakili seluruh rasa
Menghadirkan segenap asa dan nestapa
Menuju relung-relung jiwa

Setiap untai kalimat yang ku nikmat
Menghantar rasa bahagia
Menggugah hati yang nestapa
Menuju hidup yang bahagia
Dunia dan akhirat




Minggu, 26 Februari 2017

Simposium GTK 2016 (Semangat untuk Terus Belajar Menulis)

Simposium GTK 2016 adalah Simposium ke-2 yang saya ikuti. Masih dalam edisi belajar, saya kembali memberanikan diri untuk mengirimkan Naskah pada kegiatan tersebut. Namun, untuk kedua kalinya saya belum berhasil menjadi finalis. Meskipun belum berhasil, saya tetap bersemangat untuk terus belajar menulis.
Untuk sekedar membaca atau untuk dijadikan referensi, sila klik NASKAH SIMPOSIUM INI.
Rasa bahagia dan syukur saya panjatkan telah diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk tetap berpartisipasi dalam kegiatan ini.
Terima kasih saya ucapkan kepada Panitia Simposium 2016 atas Piagam/Surat Keterangannya.


Simposium GTK 2015 (The First Step Stone)

Simposium GTK 2015 merupakan simposium pertama yang saya ikuti yang menjadi debut atau pengalaman pertama dalam mengikuti lomba menulis. Bermodalkan nekat, tekad dan motivasi serta inspirasi yang saya serap dari seorang Widyaiswara LPMP Jawa Barat Idris Apandi, yang baru saya kenal waktu itu.
Dari modal itu, terciptalah naskah simposium yang sangat sederhana yang entah sesuai atau tidak dengan kaidah-kaidah penulisan sebuah karya ilmiah. Saya katakan demikian karena waktu itu saya betul-betul baru mulai belajar menulis.
Untuk membaca naskah simposium tersebut sila klik NASKAH INI.
Pada Simposium GTK 2015 tersebut, saya belum berhasil menjadi juara, bahkan menjadi finalispun tidak. Tetapi saya merasa bangga dan bahagia karena telah berhasil mengalahkan ego, rasa takut dan rasa malas saya untuk belajar dan membaca. Selain itu, saya merasa bahagia karena mendapat "surat cinta" yang ditandatangani oleh Dirjen GTK Sumarna Surapranata.
Terlebih saya mendapatkan "surat berharga" dari Menteri Pendidikan waktu itu Anies Baswedan.

That's my first step stone in writing.
Hatur nuhun :) 



Best Practice Model You-Do

Model pembelajaran You-Do merupakan model pembelajaran alternatif abad 21 untuk meningkatkan Digital Literacy Skills siswa.
Selengkapnya tentang Model You-Do ini sila tonton video berikut.



Atau tonton di Channel YouTube Cecep Gaos
Atau sila baca file lengkapnya di SINI.
Karya tulis ini sudah saya ikutsertakan dalam lomba Indonesian Innovative Education Competition tahun 2016. Alhamdulillah pada kegiatan lomba tersebut, meskipun belum masuk Top 3, saya memeroleh Juara Harapan.



Jumat, 24 Februari 2017

Komunitas Pegiat Literasi Jawa Barat (KPLJ)

Komunitas Pegiat Literasi Jawa Barat, atau yang disingkat dengan KPLJ, merupakan wadah bagi para pegiat literasi di Jawa Barat yang dimotori oleh Idris Apandi, seorang Widyaiswara Provinsi Jawa Barat. Komunitas ini didirikan pada tanggal 29 Oktober 2016 di Bandung Barat. Kemudian menjadi Badan Hukum berdasarkan Akte Pendirian Nomor 1 Tanggal 4 Februari 2017.
Info selengkapnya mengenai KPLJ dalam bentuk Video Animasi, sila tonton videonya di LINK INI.


Senin, 06 Februari 2017

Ada Cahaya Ilahi di Polres Karawang


Kemarin, Kamis 2 Februari 2017, saya mendatangi Polres Karawang untuk keperluan mengikuti ujian praktik penerbitan SIM yang sempat terpending karena beberapa alasan. Setibanya di sana, saya langsung parkirkan kuda besi saya di tempat parkir yang telah disediakan. Setelah saya parkirkan kuda besinya, seperti biasa saya langsung menuju bagian penjagaan untuk menyerahkan KTP untuk ditukarkan dengan kartu visitor.

Dalam waktu yang tidak begitu lama kartu visitor itu saya dapatkan karena tidak banyak pengunjung yang mengantre. Setelahnya, saya langsung masuk lingkungan Polres Karawang untuk menuju tempat uji praktik SIM. Sambil saya gerakkan langkah kaki menuju tempat ujian praktik tersebut, saya melintasi sebuah masjid yang berada di dalam lingkungan Polres Karawang. Masjid tersebut bernama Masjid Miftahul Hidayah.

Di ujung speaker yang terpasang di masjid tersebut saya mendengar lantunan Asmaul Husna yang dibacakan serentak oleh jamaah yang berada di dalam masjid tersebut. Sambil tetap melangkahkan kaki, saya melirik ke dalam masjid tersebut. Ternyata di dalamnya duduk bersaf jamaah berseragam polisi. Mereka adalah bapak-bapak polisi dan ibu-ibu polwan. Lalu terbersitlah kekaguman saya terhadap kegiatan tersebut seraya saya gumamkan kata Masya Allah.
Singkat kata, dalam waktu yang tidak begitu lama ujian praktik SIM selesai saya ikuti. Lalu saya melangkahkan kaki kembali menuju tempat penjagaan di mana saya menyimpan KTP tadi. Lagi-lagi saya melintasi masjid kebanggan Polres Karawang tersebut. Ternyata kini saya mendengar suara jamaah Polres Karawang sedang melantunkan surat Yasin.  Bertambahlah kekaguman saya terhadap Polres Karawang.

Setelah mengambil KTP,  kemudian saya memberanikan diri bertanya kepada salah seorang petugas yang sedang bertugas di tempat penjagaan. Yang belakangan saya ketahui beliau bernama Pak Nunu. Lalu saya bertanya “Pak mohon maaf, di masjid itu sedang ada kegiatan apa ya, Pak? Dalam rangka apa?” Kemudian beliau menjawab, “Oh itu kegiatan rutin pengajian, Emangnya ada apa Pak” Sambung beliau. “Oh saya tertarik dan ingin tahu lebih jauh tentang pengajian tersebut Pak”, Jawab saya. Lalu beliau mempersilakan saya untuk menemui bagian Humas dengan menunjuk sebuah gedung dimana bagian Humas tersebut berada.

Tak menunggu lama, saya pun langsung menuju ke ruangan Humas tersebut. Namun sayang saya tidak bisa menemui siapapun di dalam ruangan tersebut karena ruangan dalam keadaan kosong. Sampai akhirnya saya bertemu dengan seorang cleaning service di lobby dekat ruangan Humas. Untuk menambah informasi yang sudah saya dapatkan di tempat penjagaan, saya kemudian bertanya kepada petugas cleaning service tersebut. Pertanyaan saya hampir sama dengan apa yang saya tanyakan kepada Pak Nunu di tempat penjagaan. Saya kemudian bertanya tentang keberadaan para pegawai di bagian Humas tersebut. Petugas celaning service itu menyampaikan bahwa para pegawai Humasnya sedang berada di masjid mengikuti pengajian. Kemudian dari petugas cleaning service tersebut saya dapatkan informasi bahwa kegiatan pengajian di masjid tersebut dilakukan setiap hari Kamis sehabis apel pagi.

Setelah itu saya pun kembali menuju tempat penjagaan menemui Pak Nunu. Saya sampaikan kepada beliau bahwa tidak ada seorangpun yang bisa saya temui di ruangan Humas. Lalu saya bertanya kembali lebih detil tentang kegiatan rutin pengajian tersebut kepada Pak Nunu. Dari pertanyaan-pertanyaan tersebut, saya dapatkan informasi yang lebih banyak meskipun barangkali tidak menyeluruh sekaligus mengonfirmasi info yang disampaikan oleh petugas cleaning service. Dari situ saya dapatkan informasi bahwa kegiatan pengajian tersebut dilakukan rutin setiap hari Kamis setelah apel pagi. Kegiatan-kegiatannya adalah pembacaan Asmaul Husna, surat Yasin , dan ceramah keagamaan. Dari penjelasan Pak Nunu, untuk ceramah keagamaan dilakukan oleh petugas Bimas Polres Karawang. Kemudian ditambahi oleh temannya yang kebetulan berada di dekat kami, penceramahnya kadang-kadang berasal dari luar Polres Karawang. Informasi lain yang saya dapat adalah bahwa sebenarnya pembacaan Asmaul Husna itu dilakukan rutin setiap hari di lapangan selepas apel pagi. Masya Allah, Polres Karawang benar-benar luar biasa.

Merasa cukup dengan informasi yang diberikan oleh Pak Nunu dan temannya, saya pun kemudian pamit seraya mengucapkan terima kasih atas segala informasi yang telah diberikan. Namun sebelumnya dengan penuh rasa penasaran Pak Nunu bertanya tentang siapa diri saya. Sayapun kemudian menjawab bahwa saya adalah seorang guru di SD Puri Artha Karawang dan kebetulan suka menulis.

Sambil menuju ke tempat parkir, di dalam hati saya bergumam, “Sungguh luar biasa pembiasaan yang dilakukan oleh Polres Karawang ini.” Kemudian saya bertanya-tanya dalam hati, “Siapa sebenarnya yang mencetuskan program pengajian ini?” Saya tidak tahu apakah program ini dicetuskan sendiri oleh Kapolres Karawang, ataukah merupakan program Kapolda, ataukah instruksi langsung dari Kapolri. Entahlah. Yang jelas program pembiasaan pengajian ini menurut saya sangat luar biasa. Saya acungkan dua jempol untuk Polres Karawang khususnya dan Polri pada umumnya.

Dari program rutin pembacaan Asmaul Husna dan pengajian tersebut saya melihat adanya cahaya Ilahi di Polres Karawang. Polres Karawang menjadi Polres yang sejuk dan damai, penuh dengan pancaran cahaya Ilahi. Semoga dengan program rutin pengajian ini, para personil Polres Karawang menjadi personil kepolisian yang mempunyai rohani dan mental yang santun dan ramah serta profesional dalam melindungi, mengayomi, dan melayani masyarakat.
Akhirnya, semoga program seperti ini bisa dilaksanakan di lembaga-lembaga kepolisian yang lain dan bisa dilaksanakan di lembaga-lembaga pemerintah atau swasta lain di luar kepolisian.

Jayalah terus Kepolisian Resor Karawang!
Jayalah terus Kepolisian Republik Indonesia!

Penulis:
Cecep Gaos, S.Pd
Guru SD Puri Artha Karawang


Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/cecepgaos/ada-cahaya-ilahi-di-polres-karawang_5893a78b919773d90d15d22c

Bergeraklah, Niscaya Engkau Akan Setimbang Percayalah!


Lihatlah seorang pengendara sepeda motor yang sedang memacu sepeda motornya. Perhatikanlah seorang pengendara sepeda yang sedang mengayuh sepedanya.  Mereka sangat jarang sekali terjatuh atau teguling dengan sendirinya. Padahal rodanya hanya berjumlah dua buah, satu di depan dan satu di belakang. Tidak ada suatu apapun yang menopang di samping kanan dan kirinya.

Perhatikan pula seorang pemain sirkus yang sedang berjalan di atas seutas tali kecil yang dipasang beberapa meter dari atas tanah. Dia sangat jarang sekali terpeleset atau terguling ke kanan atau ke kiri lalu jatuh ke bawah. Padahal tiada suatu apapun yang menahan badannya, menarik tangannya ke atas.

Mengapa bisa seorang pengendara sepeda motor, pengendara sepeda, atau pemain sirkus yang sedang berjalan di atas seutas tali kecil sangat jarang sekali terjatuh? Tentu saja dengan enteng kita bisa menjawabnya karena mereka sudah terlatih untuk mengendarai sepeda motor, sepeda, atau berjalan di atas seutas tali kecil. Namun, bila kita perhatikan dengan mendalam , beyond the reason, itu semua karena “gerak”. Ya! Mereka tidak terjatuh karena mereka bergerak.

Gerak diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dengan suatu sebab. Gerak diciptakan oleh Tuhan agar semua yang ada di dunia ini ada dalam kesetimbangan. Lihat dan perhatikanlah planet-planet di angkasa. Mereka setiap saat terus bergerak. Mereka setiap waktu terus berjalan di atas orbitnya yang telah ditetapkan oleh Tuhan.

Lihat dan perhatikanlah air-air yang terus bergerak menurut siklus yang telah ditetapkan oleh Sang Khalik. Mereka tidak pernah berhenti di satu titik. Mereka terus bergerak dari atmosfer ke bumi lalu kembali ke atmosfer melalui kondensasipresipitasievaporasi, dan transfirasi.

Perhatikan pula darah dalam tubuh kita. Mereka terus bergerak mengalir melalui pembuluh-pembuluh darah yang telah di-install oleh Tuhan ke dalam tubuh kita. Berawal dari vena di dalam jantung, mereka akan masuk ke serambi kanan, kemudian menuju ke bilik kanan untuk dipompa ke paru-paru melalui arteri pulmonalis. Kemudian mereka akan bergerak menuju serambi kiri melalui venapulmonalis. Lalu mereka mengalir ke bilik kiri untuk dipompa ke seluruh tubuh. Beberapa dari mereka kemudian memasuki usus untuk mengambil sari-sari makanan dan dibawa ke hati melalui vena porta hepatica. Beberapa dari mereka juga ada yang bergerak menuju ke ginjal untuk melakukan penyaringan darah. Sisanya menuju ke seluruh sel di dalam tubuh untuk dilakukan metabolisme. Setelah itu, semuanya yang mengandung sisa metabolisme akan kembali ke jantung melalui vena. Begitulah seterusnya, darah-darah itu terus bergerak dalam sebuah sistem peredaran yang rumit.

Begitulah gerak mengambil perannya dalam setiap segi kehidupan. Coba bayangkan seandainya gerak sudah tidak lagi berperan. Cobalah berada di atas sepeda motor tanpa menggas. Cobalah berada di atas sepeda tanpa mengayuh. Perhatikanlah seorang pemain sirkus yang berada di atas seutas tali kecil tanpa menggerak-gerakkan kaki dan tangannya. Apa kira-kira yang akan terjadi? Percayalah, tanpa gerakan kita semua akan jatuh.

Cobalah perhatikan pula, mohon maaf, seseorang yang dipasung. Seseorang yang dipasung ruang geraknya sangat sedikit, atau bahkan tidak ada sama sekali. Sehingga bisa kita lihat lama kelamaan kondisinya akan semakin mengkhawatirkan. Badannya akan semakin kurus, tulang-tulangnya akan semakin kecil. Sehingga pada akhirnya sangat terbuka kemungkinan akan mengalami kelumpuhan akut.

Selain itu, coba kita tahan pergerakkan air di sungai dengan cara dibendung dengan tak sedikitpun kita biarkan air bergerak mengalir di celah-celah kecil. Bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi kemudian.
Begitulah betapa dahsyatnya pengaruh gerak terhadap kehidupan manusia. Dunia tanpa gerak tidak akan ada kehidupan.

Oleh karena itu, BERGERAKLAH! Gerakkan hati dan jiwa kita dengan cara senantiasa mengingat Tuhan. Gerakkanlah otak dan pikiran kita dengan cara belajar sepanjang hayat. Gerakkanlah badan kita dengan cara melakukan aktifitas-aktifitas jasmani. Percayalah, niscaya kehidupan kita akan setimbang. Yakinlah dengan demikian kehidupan kita akan berjalan dalam harmonisasi dan dinamisasi yang pada akhirnya akan kita raih kesuksesan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Penulis:
Cecep Gaos, S.Pd
Guru SD Puri Artha Karawang

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/cecepgaos/bergeraklah-niscaya-engkau-akan-setimbang-percayalah_589046bd2423bd960672ba56

Bus Pustaka, Sebuah Ikhtiar dan Ijtihad Literasi


Setelah berkali-kali menatapnya dari kejauhan setiap kali melewatinya, akhirnya suatu saat di hari Minggu, ku ajak isteri dan anakku untuk mendekati dua bus kecil berwarna jingga biru bekas metromini yang teronggok itu. Lokasi teronggoknya kedua bus kecil itu adalah di pelataran Taman Galuh yang terletak di kawasan Festive Walk Galuh Mas Kabupaten Karawang Provinsi Jawa Barat.

Entah kenapa sebelumnya berkali-kali ku abaikan ajakan hati untuk mendekati dan mencari tahu apa sebenarnya maksud dari kedua bus kecil itu dionggokkan di sana. Padahal keberadaan kedua bus itu mengundang tanda tanya karena letaknya yang tidak lazim dengan bus-bus lain yang biasanya berada di jalan raya, terminal, atau pool bus. Namun, setelah sekian kali melewatinya, akhirnya ajakan hatiku semakin kuat untuk mendekatinya. Hal ini mungkin dikarenakan pada sisi bus tersebut belakangan sudah ditempeli spanduk “AYO MEMBACA DI BUS PUSTAKA”. Dengan adanya spanduk itu, nurani literasiku menggerakkan hati untuk segera mencari tahu apa sebenarnya dan apa isi dari  bus pustaka tersebut. Sehingga pada akhirnya datanglah saat yang ku sebutkan di awal tadi.

Setelah ku sampaikan niat untuk mendekati bus pustaka tersebut kepada isteri, kubelokkan dan ku parkirkan kendaraanku di sekitaran Taman Galuh di mana bus tersebut berada. Sambil ku langkahkan kaki menuju kedua bus tersebut, ku lihat-lihat sekitarnya. Pikirku tempatnya cukup representatif, karena berada di tengah-tengah Taman Galuh di mana diletakkan bangku-bangku taman dan peralatan permainan seperti beberapa ayunan yang bisa digunakan anak-anak kecil untuk bermain, meskipun hawanya belum begitu nyaman dikarenakan pohon-pohon dan bunga-bunga belum banyak ditanam. Selain itu, ku katakan representatif karena dikeliling oleh pusat perbelanjaan dan makanan. Pasti banyak orang yang bisa langsung melihat keberadaa bus pustaka tersebut yang kemudian bisa menjadikannya sebagai penghilang dahaga akan informasi dan bacaan.

Tanpa basa-basi, untuk memotret bus pustaka tersebut dan keadaan sekelilingnya, aku langsung keluarkan HP dari saku. Kemudian ku buka kameranya, lalu ku bidikkan ke arah bus. Tidak lupa ku arahkan HP-ku ke arah lokasi-lokasi lainnya yang menjadi penopang keberadaan bus tersebut.

Setelah ku potret beberapa lokasi di luar bus tersebut, tadinya ku berharap bisa masuk ke dalamnya. Namun sayangnya, pada hari itu (Minggu) pintu bus tersebut terkunci tanpa penjaga di sekitarnya. Entah kenapa bus itu masih terkunci. Apakah pada hari Minggu waktu kunjungannya ditutup? Atau memang belum waktunya buka? Entahlah, padahal waktu itu jarum jam di jam tanganku sudah menunjukkan waktu lebih dari jam 10 pagi, waktu biasanya pelayanan tempat-tempat umum dibuka. Ataukah karena bus pustaka ini belum diresmikan penggunaannya untuk umum. Entahlah. Sayang seribu sayang tidak ada petugas yang bisa ku jadikan termpat bertanya tentang hal ini.

Lalu ku kelilingi seluruh tubuh bus tersebut. Alhamdulillah, karena kaca jendela dan pintunya tidak ditutupi, maka aku bisa melihat-lihat dan memotret seluruh isi dari bus pustaka tersebut dari luar, meskipun tidak bisa secara detil bisa melihat dan membaca buku-buku yang ada di dalam. Namun setidaknya, ku bisa melihat bahwa bus tersebut difasilitasi dengan AC, TV yang cukup besar, lemari, dan rak-rak buku yang memajang berbagai jenis buku. Ada buku fiksi, non fiksi, majalah, buku berbahasa Inggris, dan lain sebagainya. Tidak lupa ku lihat ada beberapa lukisan yang terpampang di sekeliling jendela bus tersebut.

Setelah ku intip-intip isinya, akhirnya ku berani menyimpulkan sementara barangkali bus pustaka tersebut belum resmi dibuka untuk umum. Hal ini diperkuat dengan masih kosongnya bus yang satunya lagi. Hal ini membuat hatiku semakin penasaran untuk kembali mengunjungi bus pustaka ini di lain waktu.

Keluar dari sekelumit cerita tersebut, ingin ku sampaikan bahwa bus pustaka ini merupakan sebuah ikhtiar dan ijtihad literasi yang dilakukan oleh sebagian kecil masyarakat atau pemerintah yang peduli terhadap pentingnya membaca. Tentu saja hal ini harus diapresiasi setinggi-tingginya dan disambut dengan baik supaya budaya literasi semakin mengakar di masyarakat kita. Sehingga bukan index minat baca an sich yang meningkat tetapi kesadaran akan pentingnya membaca tumbuh dan berkembang serta mendarah daging di tubuh masyarakat kita.

Semoga bus pustaka ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi bagi kita dan pihak-pihak lain untuk melakukan ikhtiar-ikhtiar dan ijtihad-ijtihad literasi dalam bentuk lain demi meningkatnya minat baca di kalangan masyarakat.
Sehingga pada akhirnya, kemuliaan dan derajat yang tinggi akan bisa kita raih. Sebagaimana telah difirmankan oleh Allah SWT dalam QS. Al-Mujadalah ayat 11 bahwa Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman dan berilmu di antara kamu beberapa derajat. Hal ini sangat dimungkinkan karena ilmu salah satunya didapat dari kegiatan membaca, baik membaca tekstual maupun kontekstual.

Jayalah Literasi, Jayalah Indonesia!!!

Penulis:
CECEP GAOS, S.Pd
Guru SD Puri Artha Karawang

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/cecepgaos/bus-pustaka-sebuah-ikhtiar-dan-ijtihad-literasi_58862ad930937313094b39ba